Hidup adalah jual beli, maka jadikan Allah sebagai mitra bisnis, kemudian jadilah entrepreneur sejati. Hidup hanya sekali dan mesti manfaat!! Selamat datang di Blognya si Voe. ^_^ Salam ukhuwah.
Tampilkan postingan dengan label ukhuwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ukhuwah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Dalam Dekapan Ukhuwah

Bola orange raksasa masih menggantung di langit, bersembunyi di balik awan. Bagaimanapun usahanya menyembunyikan dirinya, cahaya masih bisa keluar memantulkan ke permukaan laut tanpa gelombang. Satu jam lagi bola orange ini akan benar-benar menyembunyikan dirinya melawati batas lautan.

Di atas langit timur nyaris ke tengah. Bola raksasa yang tak menyilaukan, putih dan nyaris bulat sempurna telah muncul walaupun bola orange belum tenggelam. Hari ini, 12 Rajab, bumi dapat melihat dua bola raksasa sekaligus. Awan-awan berkumpul putih bersih bak kapas, langit biru indah dan menyejukkan.

Di bawah pemandangan besar ini, seorang akhwat berjilbab putih memacu motornya pelan, tak lebih dari 40km/jam. Jalan sepanjang pantai ia susuri tanpa melihat ke arah laut. Air telah menggenang di matanya sejak awal do’a perjalanannya. Sesekali ia gunakan jarinya agar bulir-bulir itu tidak jatuh. 

Minggu, 22 Mei 2011

Korban Masakan Murrobiah


Sabtu, 20 Mei 2011 adalah hari dimana launching murobbi SQT. Alhamdulillah ane berada dari salah satu calon MR SQT kampus. Senang luar biasa bisa bergabung dalam barisan dakwah. Karena misi dakwah itu sangat indah, apalagi membimbing wanita. Walau sebetulnya ana sendiri butuh bimbingan, tapi tak menyurutkan semangat ini untuk terus berdakwah. Menjadi ibu bangsa.

Salah satu motivasiku dalam membina adalah istilah wanita dan negara. Bila wanita di suatu negara baik, maka baik pula negaranya. Ibarat kata, baik tidaknya suatu bangsa, itu berada di tangan seorang wanita. Jika negara adalah lingkaran, maka wanita adalah setengah dari lingkaran itu. Jadi, seorang wanita adalah setengah negara atau bisa dibilang satu bangsa. Jika, ana membina 10 wanita, maka ana sudah membina 10 bangsa. Allahu Akbar!!!

Senin, 16 Mei 2011

Pertaruhkan Harga Diri demi Kue dan Nasi Kotak Murah


Ini adalah sejarah baru untukku. Aku mengikuti brifing kelulusan PKM untuk bertama kalinya dengan dua orang rekananku, Mbak Siska dan Kak Maulana. Lulus PKM adalah hal yang baru bagiku juga bagi rekananku, karena ini adalah pengalaman pertama kali ikut PKM.

Saya tak kan berpanjang lebar menceritakan kisah PKM kami, aku akan menceritakan pengalamanku saat brifing. Saat dimana ketidakpercayaan tingkat tinggi terjadi. Kami harus membayar makan siang dan kue kami sendiri. Rektorat tidak mau menanggung uang makan kami, itu artinya kami harus menyisihkan uang PKM yang belum kami terima.

Tawaran Rektorat adalah harga untuk kue kotak Rp 5000, sedangkan nasi bungkus Rp 15.000. Jujur saja, saya cukup dongkol tatkala harga nasi itu sebesar Rp 15.000. Padahal untuk nasi bungkus harga nasi Rp 7.000 saja. Waah, setengah harga donk!! Gak mau membayar uang lebih banyak, teman-teman banyak yang protes. Termasuk saya. Akhirnya saya angkat bicara, “Gini aja Bu, gimana kalau harga nasi dan kuenya dipotong aja. Kue kan ada yang harganya Rp 5.000, trus nasi bungkus Rp 15.000 itu kemahalan, nasi kotak ada loh bu yang Rp 10.000.”

Sepontan Bu Kemahasiswaanku membalas, “Ya sudah kalau gitu kamu yang ngurus!” Hah?! Kaget menerima tantangan tersebut akhirnya saya membalas.

“Ya, Bu, Siap Insya Allah.”

“Oke, kalau ada masalah di kue dan lauk kalian bisa protes ke Voti!” 

“Siap Bu!” Kataku ketika itu mantap. Walau dalam hati, nasi kotak Rp 10.000, ada gak ya??

Untung ada mbak Siska yang selalu menemaniku mencara lapak murah. Dan sejauh kami mengarungi rumah makan yang ada semua harga Rp 13.000. Bayangin aja coba?!

Akhirnya, malamnya saya lobi-lobi dengan teman satu SMA dulu, dan dia siap kalau melayani harga Rp 9.000, tapi gak mau diantar. Jiaah, sama aja dung, saya mesti jemput dan itu membuang tenaga, mana hari H mesti fokus ke PKM.

Besoknya, teman satu tim, Kak Maulana SMS kalau ada nasi kotak yang harganya Rp 10.000. Ya Alhamdulillah, ternyata banyak juga yang peduli buat membantu.

Hari sehari lagi tiba. Aku mencoba melobi Bude, langganannya kopma. Dan alhamdulillah Bude bersedia memberi harga Rp 10.000 dengan kualitas OK. Walau harus ditalangi dengan uang pribadi, alhamdulillah bisa terselesaikan.

Hari H tiba saya harap-harap cemas. Saat membuka nasi kotak, luar biasa senang!! NASI KOTAK BUDE MEMUASKAN DAN ISINYA UUUEEENAAAK!!!! Waah makasih Bude!!!
Alhamdulillah, Allah tidak pernah mengecewakanku. Thank you Allah.

Akhwat Terakhir Malam ini


Jiaah, udah kayak apa judul cerita kali ini. Hee...  ini kisah sewaktu kami (LDF IMC) iftor jama’i di musholah tercinta, shelter. Ketika itu keput IMC, kami memanggilnya Mamah Dela memasak gorengan spesial plus ongol-ongol ijo dan nanas. Subhanallah rasanya enak. Kalau kata mamah Dela sih, beliau ingin memanfaatkan sisa-sisa waktunya yang seminggu lagi untuk dakwah sebelum akhirnya terbang ke Kansas, Amerika.

Dela Anjelawati, mahasiswa semester 8, akhwat kebanggaan FISIP dan UNIB. Mahasiswa berprestasi tingkat Universitas dan beberapakali menjuarai lomba debat. Orangnya lembut dan berwibawa, namun tegas dan istiqomah Insya Allah, ya seperti Aisyah.

Selain pintar akademis, solehah, beliau juga pinter masak. Waah, bayangin aja deh, udah soleh, cantik, pinter akademis, dan pinter masak, ikhwan mana coba yang nolak! Hee.. bukannya apa-apa, pas iftor ini, seorang adik tingkatku nyeletuk, “Kalau ana jadi ikhwan, orang pertama yang ana lamar itu Mamah Dela.” Aku tersenyum sambil memandang Mamah Dela yang sedang sibuk beres-beres perlengkapan iftor (adoooh parah! Emaknya beres-beres anaknya Cuma liat doank. Hee)

Trus, sang adik tingkatku melihatku, “Nah, kalau udah gak ada akhwat lagi, baru Mbak Voe yang ana lamar.” Spontan aku melihatnya, dan kami tertawa berbarengan. Wkwkwkwk.. iya bener banget kayaknya. Kalau ingat diri sendiri, ahk, adanya mau cengengesan aja. Kalau kata teman-teman akhwatku, aku adalah akhwat paling aneh yang pernah mereka jumpainya. Ntah peneliannya seperti apa, tapi begitulah kalau kata mereka.

Pulangnya...

Seperti biasa, aku berboncengan dengan Mamah Dela. Aku ceritakan semua apa yang dikatakan adik tingkatku tentang kami berdua. Mamah Dela ketawa saat mendengarnya, dengan bijaksananya beliau berkata, “Wajar Voe, mbak kan lebih tua dari Voe, jadi mbak dulu yang dilamar. Nanti, saat udah di tingkat yang lebih tinggi, bakal dilamar juga dengan ikhwan letingan Voe.”

“Halaaah mbaak. Gak usah koment gitu, Vo juga ngerti kok. Hee siapa juga yang mau ama. Oooupz.. hehee...” Dari pada nyeplos gak bener dan di Aamiinkan malaikat, aku milih memutus pembicaraanku.
Malam ini malam yang indah. Bulan purnama bersinar terang, menyinari malam yang pekat dan meneduhkan kami berdua. Ahk, sebentar lagi Mbakku ini akan pergi. Pergi terbang ke Kansas Amerika. Satu impiannya terwujud. Dan yang pasti, ada satu kalimat yang membuatku senang ketika itu, beliau mencabut niatnya untuk menikah pada usia 27 tahun. Dan memilih untuk menikah muda, beliau menyebutkan tahun target menikahnya.

Selasa, 26 April 2011

Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan

Bismillah.

Allah memberiku kejutan. Dia punya banyak cara untuk menyenangkan hati hamba-Nya.

Ini pertama kalinya, ane dapat amanah jadi sie'Kestari dari UKM Kerohanian untuk event Keputrian, Woman Days. Tugasnya buka stand pendaftaran, nrimo uang pendaftaran, pokoke yang tugasnya mencari peserta jugalah.

Nyaris dua minggu ane buka stand pendaftaran d 2 tempat, di Shelter and Galery Kopma. Dan H-1, ente tau gak sih berapa orang yang daftar? Cuma 17 orang!! dan yang lebih kerennya lagi yang baru bayar cuma 8 orang! Gimana perasaan ente tatkala ente yang jadi kestari trus nrima kenyataan peserta cuma 8 orang?! Huaaah!! lu bisa banyangin lah gimana hati gw ketika itu (mewek.com)

Dan hampir setiap hari Keput UKM (merangkap jadi ketupat) menanyakan jumlah peserta. Duuuh, gak tega mau balas, kalau tau kenyataannya.

Sedih sangad. Mana di H-1 gak ada rapat sama sekali! Gak ada juga fixasi. Huaaah!!! Pengen berderai air mata ane ketika itu. Mana ane gak tahu sama sekali perihal sound, konsumsi, dll, apakah udah fix atau belum.

Ampe2 ane SMS ke beberapa akhowat, "Sedih e sama UKM"

Namun, ada yang membalas, iiih, mb yang kucintai karena Allah, "Insya Allah pesertanya banyak, dek. YAKINLAH." Luar biasa, SMS ini tanpa ia sadari mampu membawa energi baru dalam hatiku (gaklebay ye).

Memang sich, banyak nomor baru masuk ke HP ku yang elegant dengan tempelannya. Menanyakan perihal perlombaan dan Semnas. Tapi itu tak cukup memberi kepastian mereka ikut apa gak.

Yah, sekarang satu2 nya harapan tempat bergantung hanya Allah Ta'ala. Ingat ta'limat ketika itu, sholat tahajud dan berharap Allah memerintahkan kepada pasukan malaikatnya untuk meramaikan majelis ilmu itu.

Sewaktu Hari H. Pukul 07.00 berangkat dari rumah, dan ngeliat Keput UKM duduk di depan Gedung C. Hiks, gak tega ngeliatnya. Mana beliau yang beli perlengkapan, nyari dana, dll, dan diriku mengecewakannya. Oh God, what the pity i am!

Adek2 ane dari Rozul (tim nasyid) dah pada ngumpul di depan Gedung C. dan yang bikin suprize ternyata audionya lagi dipasang sama pasukan ikhwan!! Huwaah. Gak nyangka ikhwaners juga peduli dengan acara akhwat. Jadi ingat pas Forum Annisa angkatan ane dulu '08, para ikhwan nya datang pas jam 6-an buat masang LCD, Microfon, dll. Lebih duluan dibanding para akhwatnya. Ya, inilah ukhuwah!

Yang bkin sh0ck dan bersyukur adalah Allah benar-benar mendatangkan pasukan malaikatnya untuk datang ke Majelis Ilmu. Allah membuka hati para wanita Bengkulu untuk datang ke acara kami ketika itu. Dan cukup bikin kestari kelimpungan dengan jumlah peserta lebih dari 160 orang. Dan alhamdulillah, kursi yang disediakan penuh dengan peserta (terharu.com).

Alhamdulillah, ada dari poltekes, stain, UMB. Huaaaah!! pengen tereak rasanya!!! kesedihan ane ketika itu memang sangat tidak beralasan. Bukankah ane punya Allah tempat mengadu dan mengemis? Ahk, Allah lah yang membolak-balikkan hati manusia, dan Janji Allah itu PASTI.

So, akhir kata, ane mau ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya buat mbak2ku yang telah berproses bersamaku untuk menikmati betapa indahnya ukhuwah kita. Menikmati betapa di balik kesulitan itu ada kemudahan. Dan Voe juga mau ngucapin maaf jika tidak bekerja secara profesional. Tapi, setidaknya kita sudah berusaha. Dan KITA BISA!!!

Yeaaah, AKU BISA!!! AKU PASTI BISA!! KU KAN TERUS BERUSAHA!!
*nyanyi e.

Sabtu, 19 Maret 2011

Tarbiyah:: Curhat Seorang Dinda


Seorang binaanku membisikkan suaranya ke telingaku, meminta agar aku meluangkan waktu barang sejenak untuk menemaninya pasca liqoat. Aku menangkap wajahnya dalam kepucatan. Aku mulai mengerti, ini pasti ada hubungannya dengan materi yang kusampaikan hari ini. Mengenai, Tauhid. Dan ujung-ujung menyerembet ke hati yang menduakan Allah.

Aku membaca air mukanya, kesedihan dan penyesalan luar biasa terpancar dari wajahnya. “Mbak, ana pacaran.” Katanya menunduk.

Minggu, 06 Maret 2011

Sahabat, Ku TUnggu Kau di Stasiun UI

Kapan Voe ke Jakarta?
Aku gak sedih lagi, kalau kamu ke Jakarta!
Ntar ana antar ke kuliner di Jakarta, deh.


Itulah tiga potong kalimat yang menjadi salah satu motivasiku kenapa harus ke Jakarta. Menemui sobat dunia mayaku yang kukenal lebih dari setahun yang lalu lewat Facebook.

Komunikasi kita berlanjut via SMS. Entah kenapa awal perkenalan via dunia maya dan SMS membuatku ingin sekali menjumpaimu.

Allah Maha Besar, Allah memberi rezeki dari arah yang tak diduga. Subhanallah, Allah memberiku peluang ke Jakarta untuk mewakili Kopma kampusku lomba di Universitas Indonesia, Depok. Salah satu keinginanku akan terkabul, berjumpa denganmu, Ndah.

Sehari sebelum berangkat, aku membeli soevenir khas Bengkulu dan makanan khas Bengkulu. Aku membeli manisan terong, anak tat, dan pisang salay dari Bengkulu. Ku susun rapi makanan itu dan ku beri bungkus berwarna putih.

Sengaja aku datang lebih cepat ke Jakarta, untuk mengikuti agenda Salam UI "10 jam 10 juz", dan aku harap kau datang saat itu. Dan kau bilang padaku, kalau kau akan datang, walau tak mengikuti agenda hingga selesai. Kusiapkan semua bingkisan untukmu di dalam tas ranselku. Namun, aku mengerti, kau seorang aktivis, ada agenda penting dan mendesak yang membuatmu tak datang pada hari itu. Tapi, harapan itu tetap ada, aku bisa menjumpaimu esok harinya, saat aku bermalam di Depok. ^,^

Hari Rabu, seusai perlombaan, kau mengajakku untuk iftor bareng besoknya di hari Kamis via SMS. Alhamdulillah, ada makanan dari teman satu timku yang belum di makan malam itu, jadi aku bisa makan sahur agar bisa puasa. Dan aku sangat senang membayangkan kita pergi ke Detos untuk iftor jama'i. Kita saling sepakat untuk bertemu di stasiun UI, padahal aku tak tahu jalan menuju stasiun UI. Namun, aku tetap ingin menjumpaimu. Tentu ini akan menjadi pelipur kekecewaanku akan hasil perlombaanku. Namun, Allah maha Bijaksana, Allah menurunkan hujan di saat kita akan pergi bersama. Akhirnya, aku berbuka sendiri dengan susu kotak kemarin sore.

Hmmm...

Jum'at pagi, hari terakhirku berada di Depok. Aku keliling UI dan kau meneleponku. Ku katakan, "Jangan sampai kita gak ketemu." Dan kau jawab, "Iya, padahal kita sudah dekat". Jum'at sore seharusnya aku dan timku sudah kembali ke Bengkulu, namun ku bujuk mereka untuk menambah satu hari lagi di Jakarta, agar bisa jalan-jalan besoknya.

Sabtu, tak kudengar kabar darimu. Aku menginap di penginapan wilayah Jakarta Timur. Pukul 09.58 wib., kau meng-SMS-ku untuk mengajak bertemu ba'da dzuhur nanti siang. Hati ku menangis ketika itu juga. Tak terasa air mataku juga jatuh. Hp kupegang lemas, dan kukatakan bahwa jam 10.00 aku sudah pulang ke Bengkulu dan saat itu aku sudah berada di atas kendaraan yang siap melaju ke Bengkulu.

Aku lihat bingkisan putih yang hanya berisi dua jenis makanan lagi. Aku tak mau membawanya kembali ke Bengkulu, bingkisan ini harus ada yang mengambilnya. Semenit sebelum berangkat, aku turun menuju loket menitipkan bingkisan itu untuk seseorang agar diambil. Di tengah perjalanan, aku bahagia, akhirnya bingkisan itu tidak kembali lagi ke Bengkulu. Alhamdulillah ada yang mengambilnya.

Di kampus pagi ini, dua hari sepulang dari Jakarta, aku membuka kantong ransel. Di dalamnya ada sovenir gantungan khas Bengkulu yang ingin kuberikan pada Indah. Masya Allah, timbul kesedihan lagi dalam hatiku. Sovenir ini belum sampai ke tanganmu. Allah belum mempertemukan kita.

Entah sebulan, setahun atau mungkin kita tidak akan pernah bertemu. Tapi, satu hal. Terima kasih telah memotivasiku hingga sejauh ini. Ndha, aku bisa lihat monas dengan dekat, aku bisa jama'ah di masjid Istiqlal Jakarta, dan aku bisa bermalam di Depok, tentu saja, ini tak lepas dari motivasimu. Menjadi temanmu adalah indah. Syukron sahabat. Selanjutnya, tunggu aku di stasiun UI.

Voe Khadijah

Senin, 27 Desember 2010

AKU CEMBURU DAN PATAH HATI, salahkah?



Cemburunya seorang istri/perempuan adalah tabiat wanita.
Cemburunya laki-laki/suami adalah syar’i.

SMS yang kuterima ini mengawali hariku pagi ini.
Ku forward SMS yang sama dengan salah satu saudariku, yang kucintai karena Allah.
Tak lama SMS ku bersahut.

Kalau cemburu pada saudarinya?

Ya Robb. Aku menangis kembali (mewek.com). Kuperiksa hatiku. Ada luka di sana, ada cemburu, bahkan patah hati juga meradang. Astaghfirullah. Aku sadar, Aku CEMBURU. Aku perlu menata hatiku.
Ku balas,..

Hiks.. itu menyakitkan bagiku.

Huaaah… betapa inginnya kuteriakkan penatnya hatiku pagi ini. USai mengadu dengan Allah malam tadi, cukuplah bagiku menyimpannya dan kuadukan kembali di pagi hari menjelang dzuhur nanti.

Aku memang seringkali disebut “cewek” gak normal sama saudari, sahabat, bahkan kakak-kakakku karena susah atau mungkin belum pernah suka dengan lawan jenis. Walau ke”tidaknormalan” ini tergolong aneh, tapi menikmatinya sungguh indah. Hehe.. namun, beda dengan halnya dengan akhwat atau perempuan, aku cepat sekali menyayangi mereka. Lama tak bertemu, cepat sekali rindu rasanya.

Ini bukan kali pertamanya aku merasa cemburu bahkan patah hati. Beberapa saat yang lalu, aku bersama saudariku merasakan rasa yang sama terhadap seorang ukhti. Tatkala kami tahu apa yang menyebabkannya mundur dari dakwah. Runtuh sudah air mata ni. Menyakitkan. Aku cemburu tatkala ikhwan itu menggantikan posisi kami. Aku cemburu tatkala ikhwan itu lebih mempesonanya. Yang lebih menyakitkan, dia rela menggantikan posisi Allah dan dakwah di hatimu dengan ikhwan itu.

Kali ini, terulang kembali.

Inikah salahku, karena tidak memberikan hakmu dari ku? Maafkan aku jika ada dari dirimu yang terabaikan. Sungguh, aku mencintaimu karena Allah, dan aku cemburu.

Cemburu, saat aku tahu kau sering jalan berdua dengannya. Ya, HANYA BERDUA. Oh, tidak, tentu saja ada yang ketiga, yaitu, SETAN!! Ya, selama ini kau tidak berdua, tetapi bertiga bersama setan. hiks.. aku cemburu, ukh…

Tak lama setelah aku tahu kau sering jalan ber”tiga”, aku tidak hanya cemburu, bahkan PATAH HATI saat kulihat kau relakan badanmu disentuhnya. Ya Robb, betapa aku menyayangkan dirimu yang rela tubuh berbalut jilbab itu disentuh dengan laki-laki yang tidak halal bagimu.

Tak takutkah kau menjadi “daun” yang lebat mengayomi dakwah, lantas kemudian “layu” gugur berserakan karena waktu.

Tak takutkah kau menjadi “buah” yang manis dan ranum, lantas “busuk” disentuh ulat.

Ya ukhti…
Aku tahu kau pasti tahu kalau Allah itu Pencemburu.
Janganlah kau sisikan Allah dihatimu dengan laki-laki itu.

Karena…
Karena kau belum merasakan sakit saat laki-laki itu meninggalkanmu.
Karena kau belum merasakan hancur saat dia pergi begitu saja.
Kenapa kau rela menggantikan Allah yang jelas-jelas tidak akan menyakiti dan menghancurkan hatimu dengan laki-laki, yang tentu saja tidak sayang denganmu.

Jika dia sayang denganmu, ku yakin dia
TAK KAN PERNAH MENGAJAKMU BERDUA DENGANNYA.
TAK KAN PERNAH MAU MENYENTUHMU SEBELUM MENJADI ISTRINYA.
TAK KAN PERNAH MENGAJAKMU BERMAKSIAT DENGANNYA.

Hemmmmmmph…
Ber-SABAR-lah.
Allah akan menjawabnya di “SAAT YANG TEPAT”
Karena dia “CERMIN” dari diri kita
Mari sama-sama kita “MEMPERBAIKI DIRI”
Karena semua
“INDAH PADA WAKTUNYA.”



By: *Voe*
“Be Khadijah-nya Muhammad”
Kupersembahkan pagi ini untuk senyum kepedihan,
Tak kubiarkan ia tetap menggerogoti hatiku.
Akan kutata hati ini kembali.
Karena sejatinya, kita butuh dakwah!


Kamis, 23 September 2010

Jilbabku mau diGunting


Di  atas motornya, di tengah guyuran hujan, aku memasang telingaku tajam-tajam, agar bisa mendengar ceritanya. Dia mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang. Saat itu aku tidak memakai helm, sehingga air hujan menusuk-nusuk kepalaku, menampar mukaku, dan membasahi jilbabku.

“Ukh, apa ana harus rusak dulu ya?” Tanyanya padaku.

“Maksudnya?” Aku tak mengerti dan balik bertanya.

“Tadi pagi ana nangis lagi. Jilbab ana mau digunting, ukh.” Suaranya sayup-sayup terdengar.

“Astaghfirullah. Kenapa? Siapa yang mau motong jilbab anti?” Aku menjadi cemas.

Selasa, 21 September 2010

Jangan Jadikan Jilbabku sebagai Alasan


 Menjadi seorang muslimah sejati adalah perjuangan bagiku. Hidayah itu muncul sejak aku mengenal seorang guru bercadar di SMP. Menjadi seorang guru di sekolah negeri umum, dengan pakaian yang hanya menyisakan dua mata itu bukanlah hal muda menurutku. Teman-temanku bilang beliau adalah seorang teroris, ada juga yang berbisik-bisik kalau beliau itu cacat, lebih parahnya teman laki-lakiku sering nyanyi ninja Hatori saat dia lewat. Dan aku tak menyangka, dahulunya aku bagian dari mereka, bagian dari segerombolan pengolok-olok.
 
Ntah kenapa, diam-diam aku mulai penasaran. Benarkah beliau seorang teroris? Apakah beliau termasuk salah satu aliran sesat? Atau memang wajahnya begitu buruk?

Rabu, 04 Agustus 2010

Antara Ana, Anti, dan Komitmen Nahnu

Antara aku, kamu dan komitmen Kita....

Lantai dua rumahmu menghantarkan diriku untuk menemuimu. Sebuah cerita besar siap diletupkan dari bibirmu. Pagi ini di ruang petak sambil mendengar sebuah musik kontemplasi, di mulailah sebuah keputusan dan pengharapan.

Keputusan besar, lebih besar dari umur kami.
Keputusan besar, lebih besar dari badan kami.

Bahkan mimpiku tadi malam menandakan kegelisahanku.
Bahkan ketidakyakinanku menandakan inilah yang akan terjadi.

Walau istikharah telah bergantu hajad.
Hajad berganti pengharapan.

Satu yang pasti, kau bidadari hebat dengan hati yang terjaga.

Di lantai dua rumahmu. Kita saling bergenggam.. Mematikan sebuah keputusan dan menuju sebuah harapan.

"Aku ingin punya banyak anak. Anak yang mendatangkan ridho Alloh. Multi Level Marketing terindah ini, haruslah aku menjadi salah satu dari pemainnya. karena, membina satu wanita sama dengan membina satu bangsa."

"Aku merindukan sosok putih abu-abu dan keindahan ukhuwahnya. Aku merindukan sosok jilbab putih yang penuh gairah melangkahkan kakinya menaklukan debu melintang."

"Sebuah komitmen pasti!! Terkadang ada banyak hal yang harus dikorbankan, termasuk semua impian-impian itu. Ya, mereka lebih butuh kita. Dan biarlah Alloh yang mengganti kelezatan semua impian itu."

"Cemburu aku tatkala tahu uang kas LDK mereka, 50 juta. Angka yang spektakuler yang dimiliki oleh para mahasiswa dan itu di dapat dari hasil yang mandiri. Dan semua ini adalah nominal dari sebuah proses. Proses. Segala sesuatu diawali dengan proses. Mereka sekedar langsung sukses, mereka sukses karena proses. 70% dari muslimah, mengenakan Jilbab. Ini suatu angka yang luar biasa. Menangis haru aku dibuatnya. Ingatlah semua kejadian di FISIp yang aku rasa wanita berjilbabnya saja tak lebih dari 5% saja. Inilah proses. Dan aku harus berada di proses ini."

"Biar nanti Alloh yang membalasnya. Aku tentu mengharap imbalan dari semua ini. Aku mengharap ridho dari Allah."

Di ruang itu... Satu komitmen lahir.. "WELCOME to NEW DAKWAH"

Insya Alloh... Kan kufokuskan diri untuk memperbaiki diri... Kan kufokuskan diri untuk bersama ukhtyna tercinta...

Good Bye,,, T.T

Senin, 07 Juni 2010

Sudah Tabrakan, Kena Tampar Pula

Udah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin begitulah kata2 yang pas buat akhwaters IMC, sudah tabrakan dapat tamparan pula.. xixix :D kejam mamat bahasanya si Voe.

Mana enggak?? Ane mau bagi story ma ukhty, sekalian ngingetin para hamad tercinta akan bubar kita pada Senin sore ini. dengan hujan dan ukhuwah kita pulang dengan hangat... hemph... Mulai...

Kalau ente kenal dengan akhowat IMC (FISIP poenya), eeeitzzz, tunggu bentar kalau ente merasa IKHWAN, berhenti membaca ini, dan pergilah jauh2 dari catatan ane.. karena ini bukan konsumsi buat klian... NGERTI?!!!

Hamad,,, inget gak klu Qt mayoritas dari hamad gak cuma para hamad tapi juga buat para akhwaters IMC kerend, punya akhowat yang khas punya.

Salah satu kebiasaan, yg mungkin udah jadi cap, "WAH AKHWAT FISIP BANGET!!!" adalah perilaku kita yang sering tabrakan.. eitzzz,, tabrakan warna baju cin!!! baju, rok, ame jilbab yg gak sepadan warnanya..

Tapi, sore tadi dapat tamparan yang soleh banget dari seorang ikhwan berlabel ustad yang ngisi tausiyah kader IMC sekalian iftor bareng,. kata Beliau, "Akhwat itu juga harus memperhatikan penampilannya, jangan pula pake pakaian yang warna-warni, jadi seperti pelangi. Pakailah pakaian yang sepadan warnanya," gitu sih kurang lebih...

Ghok!!!!

Spontan beberapa hamad plus yg lain, cekikikan menertawakan diri mereka sendiri yang notabene nya hobi tabrakan. Yeah, hari ini udah tabrakan kena tampar pula.. hihihi... note yg garing!!!