Kejadian Januari 2015 lalu tak bisa terlupa begitu saja.
Kejadian dimana aku beserta temanku mengalami tabrakan di Pacitan. Aku terbang
hingga beberapa meter dari kejadian, aku merasakan kepala, badan, dan kakiku
membentur aspal. Hingga detik ini pun aku masih bisa mengingat tulangku beradu
kencang, dan berbunyi.
Ini kali ketiga aku terjatuh dari motor, setiap kali jatuh
aku masih bisa bangkit dan berjalan (atas izin Allah). Namun, kali ini aku
telah mencoba sekuat yang kubisa, sambil mencari teman yang memboncengku.
Kepalaku cuma mampu mendongak sedikit, lalu badanku benar-benar tak bisa
digerakkan lagi. Aku beristighfar. Badanku ngilu, tulangku sakit. Allahu…
Temanku dan beberapa warga membantu berdiri, tapi badanku
terlalu berat. Kali ini dia tak mau menerima responku. Kata warga aku pingsan. Tapi,
sebenarnya aku masih mampu mendengar apa yang mereka bicarakan. Hanya saja
badanku memang tak bisa merespon.