Aksi di tengah guyuran hujan kali ini emank luar biasa. Sangat luar biasa. Bukan. Bukan para orator yang menarik perhatianku kali ini. Tapi ada beberapa orang di antara para demonstran yang membuat mataku lekat pada mereka.
1. Seorang Kakek Bertongkat
Humph, aku memang tak tahu namanya. Tapi, tampilan fisik yang begitu
terngiang dalam ingatanku ialah kakek itu memegang tongkat untuk membantunya berjalan. Saat hujan mulai turun rintik-rintik di jalan Soeprapto, kakek itu selalu mengawasi kami dan mengikuti kami dari samping. Kemudian, tampak ia berbicara dengan beberapa aktivis demonstran di barisan laki-laki. Lalu tak lama ia menuju demonstran wanita dan berteriak seraya berdoa, “Semoga hujan ini berhenti. Berjuanglah kalian, uang kita sudah banyak di ambil mereka (birokrasi-red).” Ya, kurang lebih begitulah. Tak ku sangka ia tetap memantau hingga orasi di Simpang Lima.
1. Seorang Kakek Bertongkat
Humph, aku memang tak tahu namanya. Tapi, tampilan fisik yang begitu