Hidup adalah jual beli, maka jadikan Allah sebagai mitra bisnis, kemudian jadilah entrepreneur sejati. Hidup hanya sekali dan mesti manfaat!! Selamat datang di Blognya si Voe. ^_^ Salam ukhuwah.
Tampilkan postingan dengan label demo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2010

Mereka di Tengah Aksi

Aksi di tengah guyuran hujan kali ini emank luar biasa. Sangat luar biasa. Bukan. Bukan para orator yang menarik perhatianku kali ini. Tapi ada beberapa orang di antara para demonstran yang membuat mataku lekat pada mereka.

1.    Seorang Kakek Bertongkat
Humph, aku memang tak tahu namanya. Tapi, tampilan fisik yang begitu terngiang dalam ingatanku ialah kakek itu memegang tongkat untuk membantunya berjalan. Saat hujan mulai turun rintik-rintik di jalan Soeprapto, kakek itu selalu mengawasi kami dan mengikuti kami dari samping. Kemudian, tampak ia berbicara dengan beberapa aktivis demonstran di barisan laki-laki. Lalu tak lama ia menuju demonstran wanita dan berteriak seraya berdoa, “Semoga hujan ini berhenti. Berjuanglah kalian, uang kita sudah banyak di ambil mereka (birokrasi-red).” Ya, kurang lebih begitulah. Tak ku sangka ia tetap memantau hingga orasi di Simpang Lima.

Kamis, 28 Januari 2010

Ratusan Demonstran Evaluasi 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono



Bengkulu- Sekitar 200 demonstran yang terdiri dari beberapa BEM Universitas dan OKP provinsi Bengkulu berkumpul di halaman Masjid Jamik. Kamis, 28 Januari 2009, pukul 09.00, para demonstran melakukan longmarch menuju Simpang Lima. Beberapa perwakilan dari OKP yang terdiri dari BEM UNIB, BEM UMB, BEM IAIN, BEM UNIVED, BEM UNRAS, KAMMI, GMNI, HMI melakukan orasi.


Mereka menuntut SBY untuk segera menyelesaikan kasus century gate, membasmi koruptor, serta menindaklanjuti kasus DISPENDA-gate Bengkulu. Melyan Sori, seorang aktivis Mahasiswa memberi nilai E dan rapor merah untuk pemerintahan 100 hari ini. Demo kali ini tidak hanya mengevaluasi pemerintahan 100 hari SBY-Boediono, namun juga menuntut Gubernur Bengkulu, Agusrin M.Najamudin untuk mundur.