Mereka menuntut SBY untuk segera menyelesaikan kasus century gate, membasmi koruptor, serta menindaklanjuti kasus DISPENDA-gate Bengkulu. Melyan Sori, seorang aktivis Mahasiswa memberi nilai E dan rapor merah untuk pemerintahan 100 hari ini. Demo kali ini tidak hanya mengevaluasi pemerintahan 100 hari SBY-Boediono, namun juga menuntut Gubernur Bengkulu, Agusrin M.Najamudin untuk mundur.
Dari simpang lima menuju ke Kajati,demonstran berjalan mundur, yang menandakan mundurnya pemerintahan di Indonesia. Namun, dua orang aktivis BEM UMB, berlari menuju baliho bergambar Gubernur dan mencobeknya. Dua orang mahasiswa tersebut diamankan ke kantor polisi lalu lintas di Simpang Lima yang kemudian membuat ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini menuntut kebebasan teman mereka diantara guyuran hujan.
Korlap, Tahjudin, kembali memimpin aksi dengan mengingatkan ratusan mahasiswa untuk tetap dalam satu komando. Kemudian, gabungan demonstran menuju kajati dan kembali berorasi di depan gerbang kajati yang telah dijaga puluhan personel polisi. Perwakilan dari OKP diizinkan masuk untuk berunding di teras Kajati, namun kepala Kajati tidak dapat ditemui dengan alasan rapat. Aksi di tengah guyuran hujan ini berakhir pukul 12.15 dengan pernyataan sikap dari perwakilan mahasiswa. (Voe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas silaturahminya.
Tolong tinggalkan jejak Anda. Salam Ukhuwah. ^.~