Hidup adalah jual beli, maka jadikan Allah sebagai mitra bisnis, kemudian jadilah entrepreneur sejati. Hidup hanya sekali dan mesti manfaat!! Selamat datang di Blognya si Voe. ^_^ Salam ukhuwah.
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menikah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2015

Surat Cinta untuk Nta

Bismillah “Barakallahulaka wa Baraka alaika wa jama’ah bainakuma fii khoir”

Dear Gita Meylinda Sari,
Sahabat yang kucintai karena Allah SWT.

Akan ku untai kata demi kata dan ku pintal kalimat demi kalimat dalam rangka memperingati hari dimana kau telah menjadi halal untuk seorang lelaki pilihan Allah SWT. Hari dimana satu persatu memoriku dalam membersamai dirimu muncul dalam ingatanku. Ku tulis ia dalam sebuah surat terbuka, agar kau dan suamimu tahu, betapa ukhuwah yang pernah kita bangun karena Allah SWT, begitu indah.

Sahabat…
Kita pertama kali bertemu di kelas putih-biru pertama kita. Kelas VII.3 SMP Negeri 1 Kota Bengkulu. Dan… maaf… Aku masih ingat waktu di pelajaran fisika, guru fisika kita memanggilmu dan menceramahimu di depan student yang lain, gara-gara pena sisir itu (hihihi… ups!!) Sebenarnya aku tak mau mengingatnya, tapi memori itu susah hilangnya, karena sejak saat itu aku mulai memperhatikanmu.

Jumat, 07 November 2014

Bersyukur Belum Menikah

[cuplikan]


Di sebuah pengajian di pinggiran kota Jakarta, berkat ajakkan temanku yang seorang ummahat (ibu-ibu), aku mendapatkan sebuah pengalaman baru.


Tak kusangka ternyata pengajian itu berisi ibu-ibu, pembicaranya seorang ibu-ibu sekitaran 40 tahun (tapi wajahnya seperti 30an). Suaminya seorang pilot yang memiliki jam terbang yang tinggi.


Penyampaian materi dan tuturnya yang baik, sangat berkesan hingga hari ini. Materinya tentang menggapai BAHAGIA. Bagaimana agar dapat kebahagiaan DUNIA dan AKHIRAT.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Do’a Pernikahan Untukmu, Ukhti.


 Spesial pake telor tuk sahabat ABG-ku, Tika Yusniawati dan Suami.

“Bismillah.. Membuat pengakuan sebelumnya, lebih baik bagiku agar dapat melanjutkan kata demi kata ini. Afwan ukhti sayankk... Ana belum sempat menulis surat untukmu, tapi semoga surat di media sosial ini bisa menggantinya.”

Jumat, 03 Juni 2011

Dilarang Menikah dengan Ikhwa Sekampus

Siang hari, saat para lelaki menunaikan sholat Jum’at, aku dan ketiga orang rekanku sibuk berkutat dengan tugas masing-masing di galery Kopma. Mbak Umi sibuk onlen nyambi buat tugas kuliahnya, sedangkan Mbak Titi dan Puput sibuk menghitung jumlah pengeluaran dan pemasukkan kopma nyambi sesekali onlen. Melihat teman-temanku pada sibuk dengan leptopnya, aku memulai pembicaraan yang hot akhir-akhir ini.

“Eh, sudah pada tahu belum. Ternyata kita dilarang menikah dengan ikhwan sekampus.” Kataku meyakinkan.

Spontan ketiga sohib Kopmaku melihatku dan sejenak melupakan tugas-tugas yang menumpuk di leptop mereka, “Loh, kenapa? Ya bolehlah, gak ada larangannya dek!” Kata mbak Umi mempertanyakan. Aku mengangguk, kuyakinkan dia dengan bahasa nonverbalku, bahwa apa yang kusampaikan ialah benar.

“Masa sich Voe? Sejak kapan?”  Tanya Puput.

“Gak ada hadistnya loh mbak!” Kata mbak Titi membantahku, jelas dia mengerti tentang dalil munakahat, lulusan pesantren gitu loh!

Aku tersenyum melihat muka mereka yang penuh dengan ketidakpercayaan, “Iya, ini manhaj terbaru yang bilang. HARAM HUKUMnya menikah dengan IKHWAN SEKAMPUS!! Dilarang keras!!”

“Ya, gak bisa gitu dong dek. Gimana kalau jodoh?” Tanya mbak Umi lagi.

“Ya mau gimana lagi, mbak. Inikan hukum manhaj yang terbaru.”

“Manhaj mana sich mbak Voe? Gak ada kok yang melarang.” Mbak Titi kembali berkeras.

Puput kelihatan bingung dan tak percaya. Ini artinya ikhwan dan akhwat yang akan menikah dalam waktu dekat harus dibatalkan, begitu mungkin pikirnya.

“Ya, iyalaaah gak boleh. Kita itu harus menikah dengan satu orang ikhwan. Jangan sekampus, kebanyaaakan kaleee!!! Satu aja mujur dapet! Xixixixi.” Aku tak bisa menahan rasa cengengesanku.

Spontan ketiga wajah itu saling pandang, dan akhirnya kompak dengan koor dan tempo yang sama, “Vooooooooooooooti!!!!! Wkwkwkwk....”

Hehe... Pizzz.. So, kalau mau nikah, sama seorang ikhwan aja, jangan sekampus. HARAM HUKUMnya. Akhwatkan hanya boleh punya satu suami. Gak boleh lebih!