Hidup adalah jual beli, maka jadikan Allah sebagai mitra bisnis, kemudian jadilah entrepreneur sejati. Hidup hanya sekali dan mesti manfaat!! Selamat datang di Blognya si Voe. ^_^ Salam ukhuwah.
Tampilkan postingan dengan label pkm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pkm. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

Pertaruhkan Harga Diri demi Kue dan Nasi Kotak Murah


Ini adalah sejarah baru untukku. Aku mengikuti brifing kelulusan PKM untuk bertama kalinya dengan dua orang rekananku, Mbak Siska dan Kak Maulana. Lulus PKM adalah hal yang baru bagiku juga bagi rekananku, karena ini adalah pengalaman pertama kali ikut PKM.

Saya tak kan berpanjang lebar menceritakan kisah PKM kami, aku akan menceritakan pengalamanku saat brifing. Saat dimana ketidakpercayaan tingkat tinggi terjadi. Kami harus membayar makan siang dan kue kami sendiri. Rektorat tidak mau menanggung uang makan kami, itu artinya kami harus menyisihkan uang PKM yang belum kami terima.

Tawaran Rektorat adalah harga untuk kue kotak Rp 5000, sedangkan nasi bungkus Rp 15.000. Jujur saja, saya cukup dongkol tatkala harga nasi itu sebesar Rp 15.000. Padahal untuk nasi bungkus harga nasi Rp 7.000 saja. Waah, setengah harga donk!! Gak mau membayar uang lebih banyak, teman-teman banyak yang protes. Termasuk saya. Akhirnya saya angkat bicara, “Gini aja Bu, gimana kalau harga nasi dan kuenya dipotong aja. Kue kan ada yang harganya Rp 5.000, trus nasi bungkus Rp 15.000 itu kemahalan, nasi kotak ada loh bu yang Rp 10.000.”

Sepontan Bu Kemahasiswaanku membalas, “Ya sudah kalau gitu kamu yang ngurus!” Hah?! Kaget menerima tantangan tersebut akhirnya saya membalas.

“Ya, Bu, Siap Insya Allah.”

“Oke, kalau ada masalah di kue dan lauk kalian bisa protes ke Voti!” 

“Siap Bu!” Kataku ketika itu mantap. Walau dalam hati, nasi kotak Rp 10.000, ada gak ya??

Untung ada mbak Siska yang selalu menemaniku mencara lapak murah. Dan sejauh kami mengarungi rumah makan yang ada semua harga Rp 13.000. Bayangin aja coba?!

Akhirnya, malamnya saya lobi-lobi dengan teman satu SMA dulu, dan dia siap kalau melayani harga Rp 9.000, tapi gak mau diantar. Jiaah, sama aja dung, saya mesti jemput dan itu membuang tenaga, mana hari H mesti fokus ke PKM.

Besoknya, teman satu tim, Kak Maulana SMS kalau ada nasi kotak yang harganya Rp 10.000. Ya Alhamdulillah, ternyata banyak juga yang peduli buat membantu.

Hari sehari lagi tiba. Aku mencoba melobi Bude, langganannya kopma. Dan alhamdulillah Bude bersedia memberi harga Rp 10.000 dengan kualitas OK. Walau harus ditalangi dengan uang pribadi, alhamdulillah bisa terselesaikan.

Hari H tiba saya harap-harap cemas. Saat membuka nasi kotak, luar biasa senang!! NASI KOTAK BUDE MEMUASKAN DAN ISINYA UUUEEENAAAK!!!! Waah makasih Bude!!!
Alhamdulillah, Allah tidak pernah mengecewakanku. Thank you Allah.

Sabtu, 05 Maret 2011

Jangan Meremehkan Tuhan


Saat pengabdian masyarakat di Benteng, adek bontot ane ikutan. Bukan karena dia anak kecil yang sedikit-sedikit pengen ikut kalau ane pergi (itu sih kisaran 10 tahun lalu). Sekarang dia udah menjelma sebagai seorang remaja laki-laki dan sekarang berperan sebagai supir ane. Hihihi. 

Terkadang, walau Mas (panggilannya) menyebalkan, tapi banyak kata-katanya yang menginspirasi ane. Contohnya tatkala, kami berdua duduk saat penyuluhan siang itu.

“Mas, do’akan Inga yo, biar bisniss plan inga masuk 10 besar.” Ana bener-bener berharap bisniss plan ana kali ini bisa masuk 10 besar. Walau tanpa pembimbing, kami ingin membuktikan bahwa kami pun bisa.

“Jangan meremehkan Tuhan.” Katanya singkat.

“Heh?” Ane tercengang dibuatnya. Minta do’akan dibilang meremehkan. Maunya apa coba?!

“Iya, Kenapa mesti minta 10 besar? Kenapa tidak langsung minta jadi jawara? Kalau sudah minta jadi jawara satu, pasti masuk 10 besar. Atau kalaupun tidak masuk 10 besar ada yang lebih baik bagi Allah untuk menentukan tadirnya.” Dia menjawab keherananku. Kemudian kembali melanjutkan, “Mudah bagi Allah untuk membuat kita sebagai pemenang, jadi jangan minta 10 besar. Mintalah sebagai pemenang atau sebagai juara 1. Hmm. Soalnya kalau minta 10 besar, kesannya Allah Cuma bisa ngasih segitu.” Walau njelimet. Ane ngerti isi dari penjelasannya.

“Nyontek dimana?” Tanyaku heran.

“Mario Teguh.” Jawabnya singkat.

Tuuuuh kan?! Apa gue bilang. Pasti dia nyontek nih kata2. Hehe. But, benar banget. Mintalah sebagai pemenang. Walau gak bener2 menang di perlombaan, tapi menang di tempat luar biasa yang Allah takdirkan. Karena Allah akan selalu memberi yang terbaik buat hamba-Nya.

Seminggu kemudian, aku harus menerima kenyataan ditolaknya BP-ku. Luar biasa! Mungkin memang bukan disini tempatnya.

Seminggu setelah pengumuman, seorang dosen menjelma sebagai seorang investor yang seolah-olah siap membantu mewujudkan BP kami. Saatnya bergerak di ekonomi!!

Subhanallah, ada2 saja jalan Allah untuk menyenangkan hati hamba-Nya.


5-3-2011














(Foto adek bujangku.)