Hidup adalah jual beli, maka jadikan Allah sebagai mitra bisnis, kemudian jadilah entrepreneur sejati. Hidup hanya sekali dan mesti manfaat!! Selamat datang di Blognya si Voe. ^_^ Salam ukhuwah.
Tampilkan postingan dengan label tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Marketisasi Dakwah Kampus

Hidup adalah jual beli. Maka, jadikan Allah sebagai mitra bisnis. Kemudian, jadilah entrepreneur sejati.

Marketisasi ialah proses jual beli yang melibatkan sales dan konsumen di dalamnya. Sedangkan dakwah kampus ialah mengajak civitas akademika kepada yang ma’ruf (kebaikan) dan mencegah kepada yang mungkar (keburukan), sehingga mereka meninggalkan toughut serta beriman kepada Allah swt, kemudian meninggalkan kegelapan menuju cahaya.

Market. Bahkan dakwah kampus pun di-market-kan. Luar biasa. Islam sebenarnya memiliki entrepreneur dan pekerja-pekerja dakwah yang banyak. Bahkan semua orang beriman ialah para pekerja dakwah. Karena, pekerjaan utama ialah da’i sebelum yang lain-nya.

Sabtu, 11 Juni 2011

Balasan untuk Orang yang Sabar saat Sakit


Lokasi sekitaran masjid dua lantai itu masih senggang. Bahkan pintu masuk lokasi jama’ah perempuan pun masih terkunci rapat. Aku mengitari masjid, menuju pintu masuk jama’ah laki-laki. Tulisan “Alas Kaki Harap diLepas” menghiasi anak tangga pertama. Maka kulepas sepatu bututku dan kutenteng menaiki anak tangga.

Kuucapkan salam saat memasuki masjid. Sepi. Tak ada seorangpun di dalamnya. Kuletakkan alas kakiku di tangga jema’ah perempuan. Aku telah telat lima menit dari jadwal berkumpul. Hari ini adalah hari istimewa yang kutunggu setiap minggunya. Hari dimana aku dan beberapa temanku berkumpul membentuk lingkaran saling memadu kasih bersilaturahmi dan mentransfer ilmu saling menasehati.

Aku duduk di atas sejadah, kubuka Al-Qur’an pertamaku dan kulanjutkan surah Romantis itu, An-Nisa. Mendekati ujung tilawahku satu persatu saudari seimanku berdatangan dengan salam, sapa dan senyum khas mereka. Ah, betapa aku bersyukur sudah berkunjung ke taman surga ini.

Minggu, 22 Mei 2011

Korban Masakan Murrobiah


Sabtu, 20 Mei 2011 adalah hari dimana launching murobbi SQT. Alhamdulillah ane berada dari salah satu calon MR SQT kampus. Senang luar biasa bisa bergabung dalam barisan dakwah. Karena misi dakwah itu sangat indah, apalagi membimbing wanita. Walau sebetulnya ana sendiri butuh bimbingan, tapi tak menyurutkan semangat ini untuk terus berdakwah. Menjadi ibu bangsa.

Salah satu motivasiku dalam membina adalah istilah wanita dan negara. Bila wanita di suatu negara baik, maka baik pula negaranya. Ibarat kata, baik tidaknya suatu bangsa, itu berada di tangan seorang wanita. Jika negara adalah lingkaran, maka wanita adalah setengah dari lingkaran itu. Jadi, seorang wanita adalah setengah negara atau bisa dibilang satu bangsa. Jika, ana membina 10 wanita, maka ana sudah membina 10 bangsa. Allahu Akbar!!!

Sabtu, 19 Maret 2011

Tarbiyah:: Curhat Seorang Dinda


Seorang binaanku membisikkan suaranya ke telingaku, meminta agar aku meluangkan waktu barang sejenak untuk menemaninya pasca liqoat. Aku menangkap wajahnya dalam kepucatan. Aku mulai mengerti, ini pasti ada hubungannya dengan materi yang kusampaikan hari ini. Mengenai, Tauhid. Dan ujung-ujung menyerembet ke hati yang menduakan Allah.

Aku membaca air mukanya, kesedihan dan penyesalan luar biasa terpancar dari wajahnya. “Mbak, ana pacaran.” Katanya menunduk.

Sabtu, 26 Februari 2011

Aku Mencitai Prosesku di Tarbiyah

Bismillahirohmanirohim...

Ini mungkin hal yang memalukan. Tapi, mengingatnya semakin membuat saya mencintai proses yang Allah berikan kepada saya. Panggung. Saya telah mengenal panggung sejak SD. Seringkali menjadi perwakilan sekolah saya mengikuti lomba baca Puisi. Dan kian berlanjut ke SMP, saya masuk Teater. Saya bersama teman-teman sering mengisi acara hingga tengah malam untuk membaca puisi. Di walikota, DPR, TVRI dll.

,,,....,,,

Saya mengira, berdiri di atas panggung dengan berbagai expresi membuat saya berani menghadapi segala sesuatunya. Termasuk menghadapi MOS saat masuk SMA. Namun, dugaan saya salah. Saya memang tetap menjadi orang yang vokal di kelas. Tapi, dilapangan, saya HANCUR!

Hmmm....

Saya ingat bagaimana senior itu membentakku di tengah lapangan. Menyuapkan daun ke mulut saya. Mengagetkan dan memotong kuku saya tanpa seni. Saya terduduk, jantung berdebar, dan menangis sesenggukan. Tangan saya bergetar hebat, seorang senior perempuan menghampiri. Kupegang tangannya erat, dia memelukku. Muka ku pucat.

Dia memintaku untuk istirahat. Tapi, lama.. lama, kondisiku baru normal seperti biasa. Aku benar-benar shock!!

Senior itu KEJAM.
,,,....,,,

Inilah nikmatnya proses.
Inilah nikmatnya proses.
Inilah kasih sayang Allah.

Allah mengenalkanku pada orang-orang hebat. Mengeggam tanganku erat, merangkulku pada tarbiyah. Luar biasa. Banyak hal yang kudapati selama prosesku. Menjelang ujian SMA, saya mulai bersama pementor IIESQ, membina kelas. Di sanalah retorika kupraktekkan. Keberanian diri mulai terbentuk.

,,,...,,,

Inilah indahnya proses. Senangnya mengenal ukhuwah. Senangnya bisa bangun malam. Senangnya bisa punya banyak teman. Dan senangnyaaa Allah cinta.

Tarbiyah.. Tarbiyah membuka wawasanku. Tarbiyah memotivasiku. Tarbiyah mengangkatku. Dan Allah begitu mencintaiku, Insya Allah.

Proses....

,,,...,,,

OSPEK kampus di mulai.
Saya masuk FISIP.
Fakultas yang terkenal dengan killer OSPEK.
Seniornya kejam, OSPEKnya benar-benar jadi ajang balas dendam.
Benarkah????

Menyedihkan. Laki-laki bajunya dibuka dan dimasukkan ke dalam got dengan wajah menghadap langit. Sebagian di suruh teriak-teriak orasi. Dan yang lain ada yang di jahili.

Semua dimataku, tak lebih dari sebuah outbond, permainan, dan pembelajaran.
Sama sekali saya tak mengeluarkan air mata takut, gemetaran, pucat, atau pun pingsan. Saya hanya mengeluarkan air mata 2x, saat menyanyikan lagu "Darah Juang" dan saat bercerita tentang sahabatku di SMA sewaktu penutupan OSPEK.

Tarbiyah adalah prosesku.

Bahkan, saat mulut senior membentak tepat di mukaku. Saya tersenyum. Ahk, lucunya orang ini. Kasihan. Merusak diri karena gejolak amarah, begitulah pikirku. Ya. pola pikirku berubah.

,,,...,,,

Mungkin di sinilah bagian penuh hikmah itu. Saat MOS SMA, saya hancur dan terpuruk. Saat OSPEK, saya di buat berdiri di depan ratusan teman-teman saya, untuk menerima sematan sebagai "PUTRI MAPAWARU". Gelar untuk mahasiswa baru yang kalau kata panitia acara sih, yang paling aktif, dinamis, dll (hehe.. afwan bukan ujub).

Kaget!! Kaget saat seorang akhwat, berdiri di sana, untuk pertama kalinya. Dan lebih membuat mereka kaget, putri mapawaru itu tak mau salaman dengan ketua panitia. Nah lo!!

Tapi bagiku, inilah lambang kejayaan sebuah ketertindasan!!...

,,,...,,,

Inilah prosesku.
Tarbiyah membuka wawasanku.
Allah menguatkanku.

Maka, Nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan.

Sungguh, aku mencintai Tarbiyah..
Kurasakan bagaimana nikmat dan sulitnya membina. Dan kurasakan juga bagaimana susahnya dibina.

,,,...,,,

Akhir kata, Tak pernah mau ku berhenti berjuang. Hingga kaki ini menginjak surga, dan menjadi penduduknya.