Hidup adalah jual beli, maka jadikan Allah sebagai mitra bisnis, kemudian jadilah entrepreneur sejati. Hidup hanya sekali dan mesti manfaat!! Selamat datang di Blognya si Voe. ^_^ Salam ukhuwah.

Minggu, 22 Mei 2011

Korban Masakan Murrobiah


Sabtu, 20 Mei 2011 adalah hari dimana launching murobbi SQT. Alhamdulillah ane berada dari salah satu calon MR SQT kampus. Senang luar biasa bisa bergabung dalam barisan dakwah. Karena misi dakwah itu sangat indah, apalagi membimbing wanita. Walau sebetulnya ana sendiri butuh bimbingan, tapi tak menyurutkan semangat ini untuk terus berdakwah. Menjadi ibu bangsa.

Salah satu motivasiku dalam membina adalah istilah wanita dan negara. Bila wanita di suatu negara baik, maka baik pula negaranya. Ibarat kata, baik tidaknya suatu bangsa, itu berada di tangan seorang wanita. Jika negara adalah lingkaran, maka wanita adalah setengah dari lingkaran itu. Jadi, seorang wanita adalah setengah negara atau bisa dibilang satu bangsa. Jika, ana membina 10 wanita, maka ana sudah membina 10 bangsa. Allahu Akbar!!!

 

Alhamdulillah, ana sudah diamanahkan untuk menjadi pembina bangsa-bangsa itu. Semoga ana tetap istiqomah di jalan Allah. Aamiin. Oh ya ukhti, semenjak membina, ana sekarang malah merasa murobbi sesungguhnya adalah mereka (binaan). Hee. Jadi, gak mungkin banget kalau udah menyampaikan terus gak melakukan apa yang kita sampaikan.

Singkat cerita, stadium general diisi oleh ustad (afwan lupa namanya). Beliau menceritakan cerita unik dari dakwah kampus. Seekor ayam diikat dengan kakinya, kambing diikat lehernya, untuk membuat takluk seekor sapi, maka diikat hidungnya, sedangkan manusia diikat hatinya. Dahulunya, para senior di kampus, mengikat hati adik tingkat mereka dengan hati yang ikhlas. Dan hati yang ikhlas itu bisa berbentuk makanan.
Makanan? Maksudnya bukan ikhlas sama dengan makanan. Tapi, mereka mengundang adik-adik tingkat mereka (yang sekarang sudah menjadi ustad pula) dengan membawa makanan. Seperti pangsit, bakso, dll. Lucunya pangsit itu diminta dari teman sesama aktivis, dan mereka selalu mengatakan, “Nanti di bayar. Insya Allah, Allah yang bayar.”

Cerita ini membawaku terbang ke memoriku beberapa tahun yang lalu. Saat seorang ummahat itu resmi menjadi murobbiah pertamaku. Dipertemuan pertama kami yang lapar, haus dan kepanasan, beliau membawa es cendol yang menyegarkan. Pertemuan pertama telah mengikat hati dan akhirnya pertemuan-pertemuan selanjutnya berlajut indah.

Pertemuan berikutnya, kami tarbiyah di rumah murobbiah. Jujur saja, untuk anak SMA tanpa motor perjalanan dari SMA 6 (BAJAK) ke Panorama bukanlah perjalanan yang singkat. Jaraknya cukup jauh menurutku. Kami semua naik di satu angkot dan diperjalanan nyaris 1 jam (bahkan bisa lebih), diperjalanan itu kami gunakan untuk menghapal dan menyetor hapalan. (begitu kurindukan masa indah itu ya Robb).

Selanjutnya, karena lebih sering di rumah MR, maka kami sering pula eksperimen masakan. Sangat sering pula kami diberikan makan siang di rumah MR. Kami yang memang pada suka makan, laper juga karena jarak sekolah-panorama jauh, akhirnya terhipnotis dengan masakan sang MR.

Rumahnya tak pernah sepi dari makanan. Minimal kami disuguhkan kue kering di dalam toples dan kadang kami eksperimen masakan baru. Dan ini semua telah menyatukan hati kami. Kupastikan, syetan iri melihat kami yang saling mencintai karena Allah. Tak ada kata cowok, tak ada kata iri, dan tak ada sibuk menghias diri dengan make up. Kami tampil apa adanya dengan semangat kami akan menuntut ilmu.

Ya Robb, kurasakan betapa ia telah ikhlas membina kami. Mentransfer ilmu yang ia pahami, mencontohkan kami dengan praktek nyatanya, dan tak pernah ia mengeluh di depan kami.

Dia ummahat yang luar biasa. Sangat luar biasa!

Ku akui, kalau ustad-ustad itu korban pangsit, maka aku adalah korban masakan Murobbiahku. Hee. I love u, ustazah!


By: Voe Khadijah
Kudedikasikan tulisan ini untuk Mb Freni Destama, Murobbiah pertamaku dan 7 orang teman liqo pertamaku. Aku merindukan kalian, ukhti. Rindukah kalian padaku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas silaturahminya.
Tolong tinggalkan jejak Anda. Salam Ukhuwah. ^.~