Cemburunya seorang istri/perempuan adalah tabiat wanita.
Cemburunya laki-laki/suami adalah syar’i.
SMS yang kuterima ini mengawali hariku pagi ini.
Ku forward SMS yang sama dengan salah satu saudariku, yang kucintai karena Allah.
Tak lama SMS ku bersahut.
Kalau cemburu pada saudarinya?
Ya Robb. Aku menangis kembali (mewek.com). Kuperiksa hatiku. Ada luka di sana, ada cemburu, bahkan patah hati juga meradang. Astaghfirullah. Aku sadar, Aku CEMBURU. Aku perlu menata hatiku.
Ku balas,..
Hiks.. itu menyakitkan bagiku.
Huaaah… betapa inginnya kuteriakkan penatnya hatiku pagi ini. USai mengadu dengan Allah malam tadi, cukuplah bagiku menyimpannya dan kuadukan kembali di pagi hari menjelang dzuhur nanti.
Aku memang seringkali disebut “cewek” gak normal sama saudari, sahabat, bahkan kakak-kakakku karena susah atau mungkin belum pernah suka dengan lawan jenis. Walau ke”tidaknormalan” ini tergolong aneh, tapi menikmatinya sungguh indah. Hehe.. namun, beda dengan halnya dengan akhwat atau perempuan, aku cepat sekali menyayangi mereka. Lama tak bertemu, cepat sekali rindu rasanya.
Ini bukan kali pertamanya aku merasa cemburu bahkan patah hati. Beberapa saat yang lalu, aku bersama saudariku merasakan rasa yang sama terhadap seorang ukhti. Tatkala kami tahu apa yang menyebabkannya mundur dari dakwah. Runtuh sudah air mata ni. Menyakitkan. Aku cemburu tatkala ikhwan itu menggantikan posisi kami. Aku cemburu tatkala ikhwan itu lebih mempesonanya. Yang lebih menyakitkan, dia rela menggantikan posisi Allah dan dakwah di hatimu dengan ikhwan itu.
Kali ini, terulang kembali.
Inikah salahku, karena tidak memberikan hakmu dari ku? Maafkan aku jika ada dari dirimu yang terabaikan. Sungguh, aku mencintaimu karena Allah, dan aku cemburu.
Cemburu, saat aku tahu kau sering jalan berdua dengannya. Ya, HANYA BERDUA. Oh, tidak, tentu saja ada yang ketiga, yaitu, SETAN!! Ya, selama ini kau tidak berdua, tetapi bertiga bersama setan. hiks.. aku cemburu, ukh…
Tak lama setelah aku tahu kau sering jalan ber”tiga”, aku tidak hanya cemburu, bahkan PATAH HATI saat kulihat kau relakan badanmu disentuhnya. Ya Robb, betapa aku menyayangkan dirimu yang rela tubuh berbalut jilbab itu disentuh dengan laki-laki yang tidak halal bagimu.
Tak takutkah kau menjadi “daun” yang lebat mengayomi dakwah, lantas kemudian “layu” gugur berserakan karena waktu.
Tak takutkah kau menjadi “buah” yang manis dan ranum, lantas “busuk” disentuh ulat.
Ya ukhti…
Aku tahu kau pasti tahu kalau Allah itu Pencemburu.
Janganlah kau sisikan Allah dihatimu dengan laki-laki itu.
Karena…
Karena kau belum merasakan sakit saat laki-laki itu meninggalkanmu.
Karena kau belum merasakan hancur saat dia pergi begitu saja.
Kenapa kau rela menggantikan Allah yang jelas-jelas tidak akan menyakiti dan menghancurkan hatimu dengan laki-laki, yang tentu saja tidak sayang denganmu.
Jika dia sayang denganmu, ku yakin dia
TAK KAN PERNAH MENGAJAKMU BERDUA DENGANNYA.
TAK KAN PERNAH MAU MENYENTUHMU SEBELUM MENJADI ISTRINYA.
TAK KAN PERNAH MENGAJAKMU BERMAKSIAT DENGANNYA.
Hemmmmmmph…
Ber-SABAR-lah.
Allah akan menjawabnya di “SAAT YANG TEPAT”
Karena dia “CERMIN” dari diri kita
Mari sama-sama kita “MEMPERBAIKI DIRI”
Karena semua
“INDAH PADA WAKTUNYA.”
By: *Voe*
“Be Khadijah-nya Muhammad”
Kupersembahkan pagi ini untuk senyum kepedihan,
Tak kubiarkan ia tetap menggerogoti hatiku.
Akan kutata hati ini kembali.
Karena sejatinya, kita butuh dakwah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas silaturahminya.
Tolong tinggalkan jejak Anda. Salam Ukhuwah. ^.~